Rabu, 15 September 2010

Temper Tantrum pada Bayi

 
gambar diambil dari SINI
Pelajari Tempertantrum Bayi
Anda mungkin akan terkejut ketika pertama kali bayi Anda mengalami tantrum. Anda akan kaget melihatnya menangis berteriak, memukul, atau mengejangkan seluruh badannya. Tapi jangan khawatir, tantrum pada bayi tidak disebabkan karena Anda telah melakukan sesuatu yang salah, dan juga bukan karena bayi Anda marah atau emosi – dia masih terlalu kecil untuk itu. Dan cara Anda merespon perilakunya waktu bayi berbeda dengan waktu ia lebih besar nanti.

Mengapa Bayi Mengalami Tantrum dan Apa yang Bisa Anda Lakukan

Tantrum bayi adalah kehilangan kontrol emosional yang mendadak. Ada berbagai faktor penyebab tantrum, dan bila Anda dapat mengetahuinya, barulah Anda bisa menenangkannya – dan mungkin bahkan mencegah terjadinya tantrum. Berikut adalah sejumlah penyebab umum tantrum dan cara mengatasinya:
Penyebab Cara Mengatasi
Kelelahan Tidurkan bayi atau berikan kegiatan/permainan yang relatif tenang
Lapar Susui atau beri makanan
Frustrasi (karena tidak bisa melakukan sesuatu atau keinginannya tidak tercapai)
Bantu bayi untuk mencapai tujuannya atau alihkan perhatiannya
Takut / Cemas
Gendong dan peluk bayi, pindahkan bayi ke tempat di mana ia merasa aman.
Kesulitan komunikasi
Coba pahami apa keinginannya, dorong dirinya untuk bisa mengutarakan maksudnya
Menolak adanya perubahan
Berikan waktu agar bayi bisa beradaptasi
Stimulasi berlebihan
Pindahkan bayi ke tempat yang lebih tenang
Cara Mencegah Tantrum Bayi
Anda dapat mencegah terjadinya tantrum bila Anda dapat mengantisipasi situasi penyebabnya, antara lain:
  • Ketika bayi mengantuk / lelah, segera tidurkan
  • Susui bayi semaunya dan sesering mungkin. Bayi memiliki lambung yang kecil, sehingga cepat merasa lapar
  • Berikan bayi mainan yang sesuai dengan usia dan kemampuannya
  • Beritahu bayi setiap kali akan ada perubahan kegiatan (misal, “Sekali lagi ya mainnya, abis itu kita pulang..”)
  • Bersabarlah ketika membawa bayi ke lingkungan baru atau memperkenalkannya ke orang baru
  • Bantu bayi mempelajari keterampilan baru (misalnya menaiki tangga atau bermain puzzle)
  • Anda harus realistis, jangan mengharapkan bayi Anda lebih dari kemampuannya
  • Buat jadwal yang rutin agar bayi terbiasa
  • Ketika bayi Anda rewel, Anda harus tetap tenang
  • Gunakan nada suara yang menenangkan dan sentuhan lembut untuk menenangkan bayi. Bayi belum bisa menenangkan dirinya sendiri, ia membutuhkan bantuan Anda.
artikel diambil dari Gentle Baby Care oleh Elizabeth Pantley (McGraw-Hill, 2003)

Minggu, 05 September 2010

10 Kesalahan Ibu Saat Menyusui

Tidak semua ibu baru bisa langsung mengeluarkan ASI, dan ini bisa membuat si ibu menjadi stres. Ketidakmampuan menyusui akan dianggap sebagai kegagalan menjadi ibu. Padahal, mengingat menyusui adalah hal paling alami di dunia ini, seharusnya semua perempuan bisa menyusui. Mungkin Anda hanya melakukan kesalahan dalam mempelajarinya. Ann Grauer, CD(DONA), LCCE, FACCE, konsultan laktasi di Milwaukee, membeberkan 10 jenis kesalahan yang kerap dilakukan ibu baru saat menyusui.

1. Berpisah dari bayi usai melahirkanAnda tentu mengenal program inisiasi menyusu dini. Program ini sedang gencar dilakukan untuk meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak. Sayangnya, masih ada dokter atau perawat yang tidak begitu mempedulikan program ini. Mereka akan langsung membawa bayi ke kamar bayi, sehingga si ibu tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan bonding dengan bayinya.
Nah, kecuali ada alasan medis sehingga bayi langsung dipisahkan dari ibunya, jagalah agar bayi tetap bersama Anda. Selain memfasilitasi kebiasaan menyusui, program inisiasi menyusui dini ini juga akan meningkatkan kekebalan tubuh bayi, lho.
“Begitu bayi lahir, letakkan di atas dada Anda,” kata Grauer. “Hangatkan tubuhnya. Bayi baru melalui suatu proses yang menakjubkan, dan ia membutuhkan detak jantung dan suara Anda untuk merasa aman. Sebelum lahir, bayi kan merasa hangat selama 24 jam sehari. Jika Anda hanya mendekapnya selama 12 jam, berarti jatahnya berkurang separuh. Coba Anda lihat dari sudut pandang bayi.”

2. Menempel pada sisi yang salah
Mulut bayi harus terbuka lebar supaya ia tidak hanya mengisap bagian puting, tetapi juga areola payudara Anda. Jika bayi tidak menempel dengan benar, ia tidak akan mendapatkan seluruh air susu yang diperlukannya, sementara Anda juga akan mengeluh puting Anda nyeri. “Gelitik area di antara hidup dan mulut bayi dengan puting Anda,” saran Grauer. “Hal ini bisa membuat bayi membuka mulutnya lebih lebar. Kemudian pindahkan dia ke atas payudara dengan cepat. Anda pasti kaget betapa besar perbedaannya.”

3. Jadi stres ketika sesi menyusui tidak berjalan lancarTidak semua ibu akan langsung mengeluarkan ASI. Sebagian perempuan harus mempelajarinya lebih dulu, begitu pula si bayi. Jika percobaan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya, ini tidak langsung berhasil, jangan langsung stres.
“Bayi butuh Anda menjadi tenang,” kata Grauer. “Ambillah nafas dalam dan perlahan. Ketika bayi menjadi gelisah, Andalah yang harus tenang. Bayi tidak menghadapi masalah, kok. Dia hanya frustrasi. Semakin Anda tenang, semakin mudah untuk menenangkannya juga.”

4. Mencari posisi yang benar untuk menyusui
Tak perlu lagi lah, belajar dan mempraktikkan posisi ideal untuk menyusui. Beberapa posisi tertentu mungkin menguntungkan untuk si ibu, namun posisi menyusui sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. “Itulah konsep yang selama ini disodorkan pada kita. Yang penting, Anda merasa nyaman, lalu letakkan bayi di atas dada Anda. Kepalanya di bawah dagu Anda, dan perutnya di atas perut Anda. Bayi akan bergerak sendiri ke arah payudara, kemudian Anda berdua akan menemukan posisi yang pas,” ungkap Grauer.

5. Tidak mendapatkan dukunganAnda mungkin kerap mendengar cerita “horor” mengenai persalinan dan menyusui. Jika Anda selalu dikelilingi oleh pengaruh negatif, carilah dukungan yang positif. Jika Anda tidak memiliki teman dekat atau keluarga yang memiliki pengalaman menyusui yang baik, carilah komunitas ibu baru. AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, www.aimi-asi.org) salah satunya. Dukungan dari ibu ke ibu akan sangat berarti ketika Anda sudah membawa bayi pulang ke rumah.

6. Membuat bayi mengikuti jadwal menyusui“Bayi punya kebutuhan, bukan keinginan,” kata Grauer. Artinya, bayi akan ingin menyusu ketika lapar. Jadi, tawarkan dulu ASI Anda, karena menyusu bukan masalah makanannya. Memberlakukan jadwal menyusu pada bayi yang baru lahir itu seperti mencoba menggiring kucing. Tidak akan sukses, dan hanya akan membuat Anda dan si bayi frustrasi.

7. Memberikan susu botol atau dot terlalu cepatEntah karena suami ingin merasakan memberikan susu untuk bayi, atau Anda butuh rileks bersama teman-teman Anda, sesekali bayi juga bisa mendapatkan alternatif pengganti payudara Anda. Namun pastikan memberikan ASI sudah berjalan baik sebelum memperkenalkan bayi pada puting buatan seperti dot.
“Jika Anda bisa memberikan tiga atau empat minggu pertama untuk mengenalkan sesi menyusui, Anda akan bisa menawarkan dot atau susu botol kapan saja, asalkan menyusui berjalan lancar,” kata Grauer. Bila diperkenalkan terlalu cepat, bayi akan melupakan proses menyusui tadi.

8. Berhenti menyusui karena harus bekerja lagiSemua ibu pasti berat meninggalkan bayinya, ketika cuti hamil sudah berakhir. Selain itu, Anda juga akan menemukan tantangan baru, seperit menemukan tempat yang bersih dan tenang untuk memompa ASI, dan mengkoordinasikan waktu sepanjang hari. Jangan lekas menyerah dengan tantangan ini.
“Berbicara dengan atasan akan sangat membantu,” papar Grauer. “Ia mungkin memiliki solusi dimana Anda bisa memompa ASI. Atasan juga akan lebih mengerti ketika Anda harus meninggalkan rapat sebelum waktunya.”

9. Tidak percaya diri“Kesalahan terbesar saya adalah selalu meragukan diri saya mengenai keputusan menyusui,” kata Jennifer M, seorang ibu di Chicago. Hal ini hanya akan menimbulkan pengalaman buruk, seperti ibu baru yang gelisah dan kelelahan, serta bayi yang menangis terus tanpa Anda tahu sebabnya.

10. Terlalu cepat menyapihAda ibu yang hanya bisa menyusui selama 2 bulan, ada pula yang menyusui hingga bayinya berusia 3 tahun. Semua itu tergantung pada Anda dan si bayi. Berapapun jumlah ASI, itu memberi manfaat untuk Anda dan bayi. Ketika sudah waktunya menyapih, Anda akan tahu sendiri. “Saya senang karena saya tidak mengacuhkan nasihat orang lain tentang menyapih, dan membiarkan hal itu terjadi secara alami,” ujar Jenna G, seorang ibu di Boston, yang baru menyapih ketika anaknya berusia 3 tahun. (Kompas.com)

Sumber : http://ibuprita.suatuhari.com/10-kesalahan-ibu-saat-menyusui/

Rabu, 01 September 2010

Bayi selamat dari reruntuhan gempa

Kisah ini muncul dari tragedi gempa bumi sichuan, ketika sebuah rumah roboh, ibu dan bayi berumur 3-4 bulan terkurung didalamnya. Bayi tersebut dilindungi oleh ibunya dengan tubuhnya ia berlutut sujud diatas sang bayi sebagai perisai anakny dari runtuhan puing dan menyusuinya. ketika di temukan regu penyelamat sang ibu telah meninggal dunia akan tetapi sang bayi hidup dan sedang tertidur nyenyak......

 


Bayi Prematur Hidup Lagi Setelah Dipeluk Ibunya 2 Jam

Sydney, Sentuhan kulit ibu memberikan keajaiban kepada bayi prematur
yang sudah dinyatakan meninggal. Seorang wanita membuktikan bagaimana
bayinya yang sudah meninggal bisa hidup lagi setelah 2 jam dipeluknya.

Bayi Jamie Ogg lahir prematur dalam usia 27 minggu di sebuah rumah
sakit di Sydney. Bayi Jamie dilahirkan kembar dengan berat hanya 900 gram bersama adik kembarnya Emily.

Namun bayi Emily selamat, sedangkan Jamie dinyatakan meninggal setelah
dokter berjuang menyelamatkannya dan tidak ada tanda-tanda kehidupan setelah 20 menit.

Dokter kemudian membungkus bayi Jamie yang sudah tak bernyawa dengan
selimut dan memberikan kepada ibunya Kate Ogg. Kate dan suaminya David Ogg
begitu hancur menerima satu anak kembarnya meninggal.

Oleh Kate, bayi Jamie yang sudah tak bernyawa ditaruhnya didadanya
sambil terus dipeluk. Selama 2 jam, Kate berbicara dengan bayi Jamie tentang
keluarga dan apa yang akan dilakukan sepanjang hidupnya jika ada Jamie.

"Aku menaruh dia di dada dengan kepalanya di lenganku dan terus
memeluknya sambil berbicara. Dia tidak bergerak sama sekali," kata Kate
dalam wawancara dengan televisi Channel 7's sepert dilansir news.sky.com,Minggu (29/8/2010).

Pelukan Kate selama 2 jam tersebut ternyata memberikan keajaiban. Bayi
Jamie mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. "Napas Jamie kadang
terengah-engah, tapi menurut dokter itu tindakan refleks," kata Kate.

Sesuatu yang mengejutkan pun terjadi. Bayi Jamie bergerak seperti
terkaget dan napasnya mulai teratur. "Aku berpikir, ya Tuhan apa yang
terjadi, beberapa menit kemudian ia membuka matinya. Ia mengulurkan
tangannya dan meraih jari saya dan menggerakkan kepalanya," tutur Kate.

Dokter pun terkejut dan terus berkata tidak percaya dan mengatakan ini
suatu keajaiban. Kate lalu memberikannya ASI perlahan-lahan.

Dokter menduga tubuh hangat Kate bertindak seperti inkubator yang
menjaga bayi dan merangsangnya tetap hangat. Metode ini seperti yang
dianjurkan para ahli agar memberikan gendongan Kangguru pada bayi prematur.

Sentuhan kulit ke kulit dengan cara memeluk bayi di dada lebih
menguntungkan ketimbang perawatan dalam inkubator.

David mengaku sangat beruntung mempunyai istri yang kuat dan cerdas.
"Dia seperti punya naluri yang kuat apa yang mesti dia lakukan. Jika Kate tidak memeluknya lama, mungkin Jamie tidak akan pernah berada di sini," kata David.

Sumber : www.detik.com

Setahun Aku Disini

Alhamdulillah, setahun sudah aku menetap di Sidoarjo. Setelah genap 18 bulan (1,5 tahun) aku tinggal di Palembang. Kenangan selama di Palembang :
1. Pertama kali memijakkan kaki di bumi Sriwijaya itu aku tinggal di rumah bu Isti, seorang ibu single parent dengan 2 orang puterinya yg belia dan sekaligus rekan pegawai BMKG SMB II. Selama disana, aku merasakan seperti tinggal di sebuah desa yang tenang, sejuk (daerah tersejuk se palembang versiku :D) dan penuh keakraban. Pada umumnya, masyarakat di desa itu mayoritas orang Jawa (barat, tengah maupun timur). Hampir tak kutemui orang asli palembang, sehingga aku langsung merasa familier dengan daerah tersebut. Tak lama tinggal dirumah bu Isti, 1 bulan kemudian aku pindah mukim agar akses ke tempat kerjaku lebih dekat.

2. Kali kedu, aku tinggal di rumah bu Nurahmi, seorang ibu single parent dengan 3 orang puterinya yang seumuran denganku. Kedua putrinya tinggal di Jakarta, dan seorang lagi masih sementara tinggal di Palembang untuk menunggu keputusan penempatan tugas barunya (dan ternyata akhirnya penempatan di jakarta seperti kedua kakaknya :)). Dan tinggalah aku dan bu Nurahmi berdua di sebuah rumah di Komplek Perhubungan. Daerahnya lebih sepi dan lebih panas dari sebelumnya. Dan dari sini aku baru sadar kalo Palembang sebenernya memang panasssss... Penduduknya yang beragam, tp pada umunya banyak dari Palembang. Dan aku mulai belajar bahasa Palembang daripada binun gak nyambung kalo ada orang ngomong pakai logat Palembang. Walaupun gak 100% bisa, yang penting ngerti daripada gak blas...;).

Bersambung................

Kamis, 26 Agustus 2010

My new Cooler Bag

Alhamdulillah, akhirnya hari ini aku bisa pakai cooler bag setelah sekian lama hanya bisa pakai cooler bag darurat. Udah telat blom ya beli cooler bag setelah Hafidz umur 9 bulan ..:D
Nih history penyimpanan ASIP di kantor selama 9 bulan ini:

1. Nitip kulkas kantin
2. Sterofoam "cooler darurat"
3. New coming....

Anyway, smoga nih cooler membawa manfaat yang besar,